Postingan

Menampilkan postingan dengan label ideologi

Buku yang Menjual Janji, Bukan Perbaikan Fikrah

Gambar
Buku yang Menjual Janji, Bukan Perbaikan Fikrah Oleh : Your Fikrah Mentor Buku-buku pengembangan diri menjadi bacaan favorit banyak orang karena menawarkan sesuatu yang sedang dicari masyarakat modern, yaitu jalan keluar cepat dari masalah hidup. Di tengah tekanan ekonomi, persaingan kerja, hubungan sosial yang rumit, serta rasa cemas akan masa depan, banyak orang berharap menemukan jawaban praktis melalui buku. Judul-judulnya dibuat sangat menarik, seolah mampu membuka pintu sukses, ketenangan, dan perubahan besar dalam waktu singkat. Dari sinilah daya tarik itu bekerja. Pembaca datang dengan keresahan nyata, lalu disambut oleh janji yang terdengar menenangkan. Namun, banyak buku semacam itu justru menjebak pembacanya pada gambaran hidup yang terlalu sederhana. Dunia digambarkan seakan netral dan selalu memberi hasil baik bagi siapa saja yang berpikir positif. Pembaca diarahkan untuk percaya bahwa semangat, keyakinan diri, dan keberanian mengambil langkah sudah cukup untuk menembus se...

(Bonus Part) Apa yang Hilang Saat Penulis Tak Punya Sikap?

Gambar
  (Bonus Part) Apa yang Hilang Saat Penulis Tak Punya Sikap?  Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Banyak orang ingin menulis, tetapi sedikit yang benar-benar tahu mengapa ia menulis. Akibatnya, tulisan hanya menjadi kumpulan kalimat yang rapi, namun kosong arah. Topiknya bisa ramai, bahasanya bisa halus, bahkan terlihat cerdas. Namun setelah dibaca, tidak ada yang tertinggal selain kesan bahwa penulis sedang berbicara banyak tanpa mengatakan apa-apa. Di sinilah masalahnya: pembaca hari ini tidak hanya mencari informasi, mereka juga mencari kejelasan. Karena itu, penulis yang tidak punya sikap biasanya mudah dikenali. Ia selalu aman di semua sisi, tidak jelas berdiri di mana, dan terlalu takut jika pandangannya menimbulkan perdebatan. Saat membahas kemiskinan, ia ragu menyebut penyebabnya. Ketika menulis soal ketidakadilan, ia berhenti pada keluhan tanpa berani menunjukkan akar masalah. Bahkan saat membicarakan nilai-nilai agama, ia memilih kalimat yang nyaman didengar semua orang mesk...