Postingan

Menampilkan postingan dengan label politik Islam

(Khutbah Jum'at) Kebangkitan Ummat : Harus Bersama dan Menyeluruh

Gambar
Khutbah Pertama الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Ma’idah ayat 54: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ "Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dij...

(Khutbah Jum'at) Tidak Pernah Aman di Bawah Sistem Zalim

Gambar
Khutbah Jumat Tidak Pernah Aman di Bawah Sistem Zalim Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Khutbah Pertama الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. Amma ba’du. Jama'ah Jum'at rahimakumullah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah سبحانه وتعالى dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa bukan hanya dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam cara kita membaca keadaan, menolak kezaliman, dan menegakkan kebenaran sesuai tuntunan Allah. Jama'ah yang dimuliakan Allah, Kita menyaksikan harga kebutuhan pokok naik, lapangan kerja makin sempit, ketimpangan sosial melebar, dan konflik di dunia Islam terus berulang. Yang paling merasakan beban adalah rakyat kecil. Pedagang kehilangan pembeli, buruh hidup dalam ketidakpastian, petani terhimpit biaya, dan generasi muda menatap masa depan...

Jawaban Amir HT atas Pertanyaan Perang terhadap Iran

Gambar
  بسم الله الرحمن الرحيم Jawaban atas Pertanyaan Perang terhadap Iran oleh : Syaikh Atha' bin Khalil Abu Rasythah Pertanyaan: Apa implikasi dari pernyataan Trump yang berubah-ubah, mulai dari ultimatum 48 jam kepada Iran, kemudian tenggat 5 hari, lalu 10 hari, serta rencana 15 poin yang dia ajukan? Selain itu, ada manuver pernyataan, sebagian besar dari Trump dan beberapa dari Iran.  Kemudian ada pengumuman televisi Iran yang menolak proposal Trump. Lalu bagaimana hasil dari semua ini? Apakah Trump akan berhasil mencapai tujuannya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan misil berat, sehingga memaksa Iran kembali ke orbit Amerika atau menjadikannya negara yang tunduk, atau justru Iran akan menjadi negara independen?  Dan apakah benar bahwa entitas Yahudi, dengan persetujuan Amerika, berusaha memperluas wilayahnya dengan mencaplok Lebanon selatan hingga Sungai Litani, sebagaimana dinyatakan oleh menteri pertahanan Yahudi?  Dan bagaimana mungkin kaum Muslim ti...

Menulis Politik Untuk Mewujudkan Perubahan Dunia

Gambar
Menulis Politik Untuk Mewujudkan Perubahan Dunia Oleh: Siti Rima Sarinah Sebagian orang mungkin alergi mendengar “kata politik”. Pasalnya, politik dimaknai dengan kekuasaan yang menghalalkan segala cara. Hal ini membuat orang enggan untuk berkecimpung di dunia politik, bahkan anti dengan politik itu sendiri. Pemahaman bahwa politik itu kotor dan menghalalkan segala cara memang sangat nyata dalam kehidupan kita, dengan sistem pemerintahan yang kita hidup dan diatur dengannya. Betapa tidak, begitu banyak kekecewaan dan kesengsaraan yang berujung pada kemiskinan sistemik yang telah dirasakan rakyat akibat sistem politik hari ini. Walaupun negeri ini telah bergonta-ganti wajah pemimpin, namun masih dengan sistem politik pemerintahan yang sama. Sehingga kondisi negeri ini pun tetap sama, bahkan semakin terpuruk. Hutang negara semakin menggunung dan pajak yang dibebankan kepada rakyat pun semakin mencekik. Tak ada wujud kata sejahtera dan makmur yang nampak di hadapan rakyat; yang ada hanyal...