Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam Kaffah

Kredit Rumah 40 Tahun, Hunian Layak yang Semakin Sulit Digapai

Gambar
Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Rumah yang dicicil sampai 40 tahun sedang dipersiapkan menjadi wajah baru kebijakan perumahan di Indonesia. Angsuran memang bisa terasa lebih ringan tetapi umur produktif masyarakat juga akan habis lebih lama untuk membayar utang rumah. Di tengah harga tanah yang terus naik dan penghasilan yang sering tidak bertambah banyak kebijakan ini bukan cuma soal membeli tempat tinggal melainkan tentang bagaimana hidup seseorang akan berjalan selama puluhan tahun ke depan. Sementara itu, banyak keluarga muda pasti akan melihat tenor panjang sebagai kesempatan yang menenangkan. Cicilan yang sebelumnya terasa berat perlahan tampak lebih masuk akal ketika turun sampai kisaran Rp800 ribuan per bulan. Namun yang sering luput dipahami adalah rumah itu tidak benar benar menjadi murah. Waktu pembayarannya saja yang diperpanjang sehingga rakyat diberi ruang bernapas lebih panjang untuk mencicil.  Karena itu masyarakat perlu mulai menghitung bukan hanya sanggup membayar bul...

Membangun Safe Haven di Tengah Konflik Internasional

Gambar
Membangun Safe Haven di Tengah Konflik Internasional Oleh: Herliana Tri, M.S.P. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai posisi Indonesia sebagai tempat teraman di dunia apabila terjadi Perang Dunia III menjadi diskusi hangat, termasuk di kalangan akademisi. Pengamat internasional dan akademisi menilai keamanan ini tidak datang begitu saja. Perlu berbagai komponen yang melandasinya (kompasnews.com, diakses 29/4/2026). Pernyataan Presiden Prabowo ini tepat apabila amannya Indonesia dikaitkan dengan posisinya sebagai God’s Gift, yakni pemberian dan anugerah Allah Swt. atas banyaknya nikmat untuk negeri kaya ini. Berbagai julukan layak disematkan kepada Indonesia, seperti Zamrud Khatulistiwa dengan hamparan hutan hijau dan letak geografisnya, Negeri Seribu Pulau karena kekayaan maritimnya, Paru-paru Dunia berkat hutan hujan tropisnya, hingga Heaven of Earth karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Di sisi lain, posisi Indonesia yang jauh dari pusat konflik dunia saat ini, khususnya...

Kapitalisme Menyuburkan Dinasti Kekuasaan

Gambar
Kapitalisme Menyuburkan Dinasti Kekuasaan Oleh : Siti Rima Sarinah Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) berakhir ricuh. Sang Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud diduga melakukan praktik Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN). Pasalnya, posisi strategi di Kaltim diduduki oleh sanak keluarga Sang Gubernur. Bukan hanya itu, alokasi anggaran daerah senilai Rp 25 miliar untuk renovasi rumah mewah dan isu anggaran mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar sang Gubernur membuat masyarakat semakin geram. Ditengah kesulitan yang menghimpit rakyat, dengan mudahnya anggaran daerah digunakan untuk kepentingan sang Gubernur. Spanduk besar yang bertuliskan “Kaltim Darurat KKN”, sebagai bentuk sikap masyarakat Kaltim atas kekesalan mereka dikarenakan sang Gubernur tak mendengar aspirasi rakyatnya. Akibatnya aksi unjuk rasa ini semakin memanas dan diwarnai aksi saling dorong dan lempar antara massa aksi dan aparat kepolisian (liputan6.com, 22/04/2026) Aksi unjuk ra...

(Khutbah Jum'at) Kebangkitan Ummat : Harus Bersama dan Menyeluruh

Gambar
Khutbah Pertama الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Ma’idah ayat 54: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ "Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dij...

Proyek IKN Kolaborasi Antara Kebijakan Populis Dan Kepentingan Oligarki

Gambar
Proyek IKN Kolaborasi Antara Kebijakan Populis Dan Kepentingan Oligarki Oleh : Siti Rima Sarinah   Dorongan untuk segera memanfaatkan gedung-gedung yang sudah dibangun di IKN mulai menguat. Salah satu opsinya dengan menempatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bangunan yang sudah berdiri tidak mubazir. Sebab, sudah menjadi rahasia umum pembangunan gedung-gedung dan infrastruktur di IKN telah menyedot anggaran degan jumlah yang sangat fantastis.  Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan menilai bahwa asumsi pemanfaatan awal IKN dapat menghemat anggaran tidak sepenuhnya akurat. Pasalnya, mobilisasi ASN ke IKN justru menambah beban fiskal pemerintah. Sehingga bukan hanya sekadar perpindahan dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia. Melainkan membutuhkan biaya tambahan untuk relokasi pegawai, penyediaan hunian hingga dukungan logistik lainnya, dan biaya tambahan tersebut bukanlah jumlah yang sedikit (kompas.com,02/04/2026). Dari awal proyek perpindahan...