Postingan

Menampilkan postingan dengan label kapitalisme

Ketiadaan Hukum yang Tegas, Mustahil Mampu Berantas Narkoba hingga ke Akarnya

Gambar
Ketiadaan Hukum yang Tegas, Mustahil Mampu Berantas Narkoba hingga ke Akarnya Oleh: Siti Rima Sarinah Kasus narkoba bak gunung es yang sangat sulit diberantas. Berbagai upaya dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menangkap para pengedar dari sindikat barang terlarang ini, namun hingga kini belum membuahkan hasil yang signifikan. Pasalnya, masih saja kita mendengar kasus peredaran narkoba yang terus terjadi. Bahkan, mirisnya, jual beli benda terlarang ini bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, melainkan juga remaja dan anak-anak. Para wanita pun ikut menjadi pengedar dengan berbagai alasan, salah satunya karena faktor ekonomi. Polresta Kota Bogor sedang giat memberantas kasus narkoba. Dilansir dari Kompas.com (29 Juli 2026), Polresta Kota Bogor berhasil mengamankan berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan obat keras tertentu (OKT) sebagai barang bukti dari hasil pengungkapan kasus selama periode 1 Mei hingga Juli 2026. Sepanjang periode tersebut, terdapat 61 kasus yang berhasil diu...

Transisi Transportasi Harus Adil, Jangan Ada yang Dikorbankan

Gambar
  Transisi Transportasi Harus Adil, Jangan Ada yang Dikorbankan Oleh: Siti Rima Sarinah Angkutan kota (angkot) menjadi transportasi utama yang kerap digunakan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah. Kemacetan, waktu tempuh yang lama, serta kondisi angkot yang kurang nyaman telah menjadi pemandangan sehari-hari bagi para penggunanya. Meski demikian, ongkos angkot yang murah dan ramah di kantong membuat moda transportasi ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Jumlah angkot yang lebih banyak dibandingkan transportasi lainnya kerap dituding sebagai pemicu kemacetan. Karena itu, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatasinya, salah satunya dengan mengurangi jumlah angkot bahkan menggantinya dengan moda transportasi lain. Kebijakan menonaktifkan angkot bukanlah kebijakan yang bijaksana. Kebijakan ini mengakibatkan para sopir angkot harus turun ke jalan memperjuangkan nasib mereka karena merasa sangat dirugikan. Dalam tuntutannya, mereka meminta pemerintah me...

Koperasi Merah Putih, Penguat Ekonomi Rakyat atau Mematikan Perekonomian Rakyat?

Gambar
Koperasi Merah Putih, Penguat Ekonomi Rakyat atau Mematikan Perekonomian Rakyat? Oleh: Siti Rima Sarinah Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program pemerintah yang diluncurkan pada tahun 2025 untuk memperkuat ekonomi desa dan kelurahan melalui koperasi. Dengan basis gotong royong dan kekeluargaan, anggotanya berasal dari warga desa atau kelurahan setempat. Berbeda dengan koperasi pada umumnya, Koperasi Merah Putih bersifat multiusaha yang tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, tetapi juga menjual sembako murah, menyediakan apotek, klinik, gudang pangan, layanan logistik, hingga mendukung digitalisasi desa. Keberadaannya diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di pedesaan. Pemerintah bahkan menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola usaha secara langsung. Sebanyak 68 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kota Bogor sebagai upaya menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan a...

Prioritas Anggaran Publik, Antara Revitalisasi Museum dan Kesejahteraan Rakyat

Gambar
Prioritas Anggaran Publik, Antara Revitalisasi Museum dan Kesejahteraan Rakyat Oleh Siti Rima Sarinah Kota Bogor dikenal sebagai Kota Wisata terus berbenah diri untuk mempercantik wajah kota agar menarik para wisatawan untuk berkunjung dan berlibur di kota hujan. Berbagai macam pembangunan dilakukan di kota Bogor dengan menganggarkan dana yang tidak sedikit. Dari banyaknya proyek yang telah dilaksanakan di kota Bogor, kali ini pemerintah pun membuat “proyek baru” , yaitu revitalisasi Museum Pajajaran Batutulis. Dalam proyek ini, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar 9 miliar.  Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan pentaan fasilitas seni dan budaya daerah, termasuk, Kota Bogor. Ia menyampaikan penataan ini dilakukan sebagai upaya untuk memajukan seni dan budaya di Jawa Barat, salah satunya dengan merevitalisasi Museum Pajajaran hingga perbaikan infrastruktur, baik jalan, trotoar maupun taman yang berada di kawasan Suryakencana hingga Batutulis. Dengan menyiapkan dana se...

Kredit Rumah 40 Tahun, Hunian Layak yang Semakin Sulit Digapai

Gambar
Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Rumah yang dicicil sampai 40 tahun sedang dipersiapkan menjadi wajah baru kebijakan perumahan di Indonesia. Angsuran memang bisa terasa lebih ringan tetapi umur produktif masyarakat juga akan habis lebih lama untuk membayar utang rumah. Di tengah harga tanah yang terus naik dan penghasilan yang sering tidak bertambah banyak kebijakan ini bukan cuma soal membeli tempat tinggal melainkan tentang bagaimana hidup seseorang akan berjalan selama puluhan tahun ke depan. Sementara itu, banyak keluarga muda pasti akan melihat tenor panjang sebagai kesempatan yang menenangkan. Cicilan yang sebelumnya terasa berat perlahan tampak lebih masuk akal ketika turun sampai kisaran Rp800 ribuan per bulan. Namun yang sering luput dipahami adalah rumah itu tidak benar benar menjadi murah. Waktu pembayarannya saja yang diperpanjang sehingga rakyat diberi ruang bernapas lebih panjang untuk mencicil.  Karena itu masyarakat perlu mulai menghitung bukan hanya sanggup membayar bul...

Sejarah Panjang Perjuangan Buruh Demi Meraih Sejahtera

Gambar
Sejarah Panjang Perjuangan Buruh Demi Meraih Sejahtera Oleh : Siti Rima Sarinah Demo buruh yang dikenal dengan Mayday seakan menjadi seremonial para buruh untuk menuntut hak mereka agar bisa hidup layak. Tidak ada yang berubah dari tuntutan dan apa yang diperjuangkan buruh setiap tahunnya. Ironisnya, tuntutan mereka seakan hilang begitu saja tanpa ada upaya dari pemerintah untuk memenuhi tuntutan buruh yang menjadi haknya. Buruh hanya menuntut hak mereka, bukan mengambil yang bukan hak mereka. Namun, pemerintah enggan memenuhi tuntutan tersebut, bahkan membuat kebijakan dan undang-undang yang merugikan para buruh. Demo buruh bukan hanya diikuti oleh para pekerja, melainkan mahasiswa pun ikut serta untuk memperjuangkan hak-hak buruh. Keikutsertaan mahasiswa ini sebagai bentuk keprihatinan melihat realitas sosial yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya para buruh. Mahasiswa menyuarakan dan mengingatkan pemerintah bahwa Mayday dan Hari Pendidikan bukan sekadar seremonial tahunan yang d...

Ketika Kapitalisme Menyempitkan Makna Interaksi

Gambar
  Ketika Kapitalisme Menyempitkan Makna Interaksi Oleh : Your Fikrah Mentor Perhatikan cara kita berinteraksi hari ini. Dimanapun tempat manusia menjalin relasi, hubungan terasa seperti transaksi diam-diam. Kita mendekat karena ada manfaat, bertahan karena ada peluang. Obrolan yang harusnya ringan malah dipenuhi hitung-hitungan di hampir semua lini pembahasan. "apa yang bisa aku dapat dari orang ini?" Kita mungkin tidak selalu sadar, tapi kita ikut bermain dalam pola yang sama. Kepedulian jadi bersyarat, bantuan terasa seperti investasi, dan perlahan hubungan kehilangan rasa hangatnya. Perlu diketahui, pola ini lahir sejak manusia memisahkan agama dari cara mengatur hidup. Dari situlah muncul sekularisme, lalu berkembang menjadi kapitalisme. Awalnya hanya cara melihat ekonomi, tapi hari ini ia ikut mengatur cara kita melihat manusia. Semua dinilai dari untung rugi. Orang dihargai kalau memberi manfaat, dan diabaikan kalau tidak punya nilai. Cara berpikir ini akhirnya membentu...

Menimbang Penutupan Prodi, Antara Kebutuhan Industri dan Amanah Ilmu

Gambar
Menimbang Penutupan Prodi, Antara Kebutuhan Industri dan Amanah Ilmu Oleh: Siti Rima Sarinah Wacana penutupan program studi (prodi) yang dianggap tidak relevan dengan dunia industri oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menjadi tanda tanya. Badri Munir Sukoco selaku Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek mengungkapkan rencana penutupan prodi akan dilakukan dalam waktu dekat dan meminta kerelaan pihak perguruan tinggi untuk melakukan penyeleksian prodi apa saja yang perlu ditutup. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menekan kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri. Kemendikti mencatat setiap tahunnya kampus meluluskan hingga 1,9 juta sarjana. Namun, lulusan tersebut kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kebutuhan lapangan industri tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Untuk mengantisipasi kesenjangan ini, prodi yang difokuskan hanya meliputi energi, pangan, kesehatan, p...

Potret Kemuliaan Seorang Guru di Masa Kejayaan Islam

Gambar
Potret Kemuliaan Seorang Guru di Masa Kejayaan Islam Oleh : Siti Rima Sarinah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa disematkan menjadi predikat bagi seorang guru. Guru merupakan pahlawan bagi pendidik generasi bangsa yang kelak mereka akan melanjutkan estafet perjuangan bangsa ini. Guru bukan hanya mengajar dengan mentransfer ilmu sebagai bekal bagi generasi membangun dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Guru pun menjadi pendidik bagi generasi agar mereka bukan hanya mumpuni dalam ilmu dan teknologi, melainkan juga menjadi sosok-sosok yang memiliki adab yang mulia. Apalagi negara telah menetapkan target mulia untuk membentuk generasi emas di tahun 2045. Target ini mustahil terwujud apabila ketiadaan peran guru yang berkontribusi besar untuk mewujudkan cita-cita besar dan mulia tersebut. Sehingga seorang guru wajib mendapatkan perhatian, penghargaan, dan kedudukan yang mulia dari negara atas jasa besarnya untuk mendidik generasi bangsa. Potret Buram Kesejahteraan Guru Dilansir dari Tr...

Kampus dalam Kendali Kapital

Gambar
Kampus dalam Kendali Kapital Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Rencana pemerintah untuk menutup program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri menandai pergeseran besar arah pendidikan tinggi di Indonesia. Kampus tidak lagi diposisikan sebagai ruang pembentuk cara berpikir dan peradaban, melainkan semakin didorong menjadi penyedia tenaga kerja yang siap pakai. Kebijakan ini berangkat dari kekhawatiran atas tingginya jumlah lulusan sarjana yang tidak terserap dunia kerja. Setiap tahun, sekitar 1,9 juta lulusan perguruan tinggi dihasilkan, namun banyak di antaranya kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kompetensi yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan tersebut dengan menutup program studi yang dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sektor-sektor prioritas seperti energi, pangan, kesehatan, hingga digitalisasi dan manufaktur maju. Namun demikian, pendekatan ini juga menyederhanakan persoalan. Ketidaks...

Kapitalisme Menyuburkan Dinasti Kekuasaan

Gambar
Kapitalisme Menyuburkan Dinasti Kekuasaan Oleh : Siti Rima Sarinah Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) berakhir ricuh. Sang Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud diduga melakukan praktik Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN). Pasalnya, posisi strategi di Kaltim diduduki oleh sanak keluarga Sang Gubernur. Bukan hanya itu, alokasi anggaran daerah senilai Rp 25 miliar untuk renovasi rumah mewah dan isu anggaran mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar sang Gubernur membuat masyarakat semakin geram. Ditengah kesulitan yang menghimpit rakyat, dengan mudahnya anggaran daerah digunakan untuk kepentingan sang Gubernur. Spanduk besar yang bertuliskan “Kaltim Darurat KKN”, sebagai bentuk sikap masyarakat Kaltim atas kekesalan mereka dikarenakan sang Gubernur tak mendengar aspirasi rakyatnya. Akibatnya aksi unjuk rasa ini semakin memanas dan diwarnai aksi saling dorong dan lempar antara massa aksi dan aparat kepolisian (liputan6.com, 22/04/2026) Aksi unjuk ra...

Maraknya Judol, Maraknya Kejahatan: Buah Pahit Kapitalisme

Gambar
  Maraknya Judol, Maraknya Kejahatan: Buah Pahit Kapitalisme Oleh: Amila Shaliha Seorang pemuda berusia 23 tahun di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tega membunuh ibu kandungnya sendiri setelah sang ibu menolak memberinya sejumlah uang akibat kecanduan judi online. Pelaku yang emosi kemudian menghabisi nyawa korban di rumah, lalu berusaha menghilangkan jejak dengan memutilasi dan membakar jasadnya, serta menguburkan bagian tubuh korban di lokasi berbeda. Ia akhirnya ditangkap polisi kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad, dan kini terancam hukuman berat atas perbuatannya. (MetroTVNews, 9 April 2026). Ini bukan kasus pertama dan bukan satu-satunya. Seorang pria berinisial A (30) di Kecamatan Karanggede, Boyolali, nekat melakukan perampokan disertai kekerasan terhadap tetangganya sendiri akibat terlilit utang dari kecanduan judol. Pelaku menyerang seorang ibu hingga luka berat dan membunuh anaknya yang berusia 6 tahun. Setelah itu, ia membawa kabur sepeda motor korban untuk diga...