Ketiadaan Hukum yang Tegas, Mustahil Mampu Berantas Narkoba hingga ke Akarnya



Ketiadaan Hukum yang Tegas, Mustahil Mampu Berantas Narkoba hingga ke Akarnya

Oleh: Siti Rima Sarinah

Kasus narkoba bak gunung es yang sangat sulit diberantas. Berbagai upaya dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menangkap para pengedar dari sindikat barang terlarang ini, namun hingga kini belum membuahkan hasil yang signifikan. Pasalnya, masih saja kita mendengar kasus peredaran narkoba yang terus terjadi. Bahkan, mirisnya, jual beli benda terlarang ini bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, melainkan juga remaja dan anak-anak. Para wanita pun ikut menjadi pengedar dengan berbagai alasan, salah satunya karena faktor ekonomi.

Polresta Kota Bogor sedang giat memberantas kasus narkoba. Dilansir dari Kompas.com (29 Juli 2026), Polresta Kota Bogor berhasil mengamankan berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan obat keras tertentu (OKT) sebagai barang bukti dari hasil pengungkapan kasus selama periode 1 Mei hingga Juli 2026. Sepanjang periode tersebut, terdapat 61 kasus yang berhasil diungkap dengan barang bukti berupa 212.782 butir obat keras, ganja seberat 328,82 gram, sabu seberat 252,75 gram, serta 870 butir psikotropika.

Para pengedar menggunakan beragam cara untuk mendistribusikan narkoba, salah satunya melalui jasa ekspedisi dengan menyamarkan isi paket sebagai suku cadang kendaraan. Bahkan, jajanan anak-anak pun ada yang dicampur narkoba sehingga membuat anak-anak ketagihan membelinya. Ironisnya lagi, peredaran narkoba juga terjadi di lembaga pemasyarakatan yang seharusnya menjadi tempat yang steril dari barang terlarang tersebut.

Gurita Peredaran Narkoba

Saat ini aparat keamanan hanya mampu menangkap para pengedar, sedangkan bandar narkoba bagai belut yang sangat sulit ditangkap. Anehnya, meskipun sudah banyak pengedar yang ditangkap, narkoba tidak lantas menjadi sulit diperoleh. Justru yang terjadi sebaliknya, para pengedar baru terus bermunculan dengan transaksi yang dilakukan secara langsung maupun melalui platform daring.

Pemerintah pun memberikan sanksi yang sangat berat bagi pelaku pengedar narkoba. Namun, sanksi hukum tersebut belum mampu membuat mereka takut dan jera. Bahkan, transaksi narkoba justru semakin masif.

Maraknya peredaran narkoba tidak lepas dari tingginya jumlah pengguna barang terlarang tersebut. Akibatnya, bisnis narkoba semakin menggiurkan meskipun harganya tidak murah. Di sisi lain, narkoba yang jelas dilarang peredarannya justru dapat lolos dari pengawasan aparat. Hal ini memunculkan dugaan adanya keterlibatan pihak-pihak tertentu sehingga barang haram tersebut dapat masuk dan diperjualbelikan dengan leluasa.

Tidak dimungkiri, peredaran narkoba menjadi ladang bisnis yang sangat menguntungkan. Para pengguna rela melakukan berbagai cara demi memperoleh barang tersebut. Terlebih bagi mereka yang telah mengalami ketergantungan, hidup mereka seakan tidak dapat dipisahkan dari narkoba. Sementara itu, pemerintah masih berkutat pada penangkapan para pengedar tanpa menyentuh akar persoalan yang menyebabkan masyarakat membutuhkan atau bergantung pada narkoba.

Kapitalisme Pembawa Masalah

Di satu sisi, beban hidup yang semakin berat berpadu dengan lemahnya keimanan telah melahirkan masyarakat yang rapuh sehingga mencari pelarian melalui narkoba. Di sisi lain, sulitnya memperoleh pekerjaan membuat sebagian orang gelap mata dan menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup, termasuk menjadi pengedar narkoba.

Sistem kapitalisme dinilai telah menciptakan kondisi kehidupan yang berat dan menjauhkan masyarakat dari suasana keimanan. Sistem ini dianggap tidak mengenal batas halal dan haram serta memberi kebebasan kepada siapa pun untuk mengejar keuntungan, meskipun harus melakukan kejahatan dan pelanggaran hukum. Kondisi tersebut diperparah oleh sanksi hukum yang dinilai belum memberikan efek jera. Bahkan, hukum dianggap dapat diperjualbelikan sehingga pelaku kejahatan dapat lolos dengan kekuatan uang. Akibatnya, kasus peredaran narkoba dan berbagai bentuk kriminalitas lainnya terus bermunculan.

Berantas Narkoba Butuh Sistem Aturan yang Tegas

Tatkala ukuran benar dan salah, baik dan buruk diserahkan sepenuhnya kepada cara pandang manusia, berbagai persoalan kehidupan akan terus bermunculan. Manusia membutuhkan aturan yang bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari Zat Yang Maha Pencipta. Dengan demikian, persoalan kehidupan dapat diselesaikan berdasarkan cara pandang yang benar melalui sistem yang diterapkan negara sebagai pihak yang bertanggung jawab menjaga dan melindungi masyarakat dari berbagai bentuk kerusakan.

Islam memiliki aturan yang dipandang sempurna sebagai solusi atas berbagai persoalan manusia. Setiap bentuk kejahatan, kriminalitas, dan pelanggaran hukum diberikan sanksi yang setimpal. Dalam kasus narkoba yang membahayakan masa depan generasi, pelaku akan dikenai hukuman yang tegas dan memberikan efek jera. Seluruh pihak yang terlibat diproses tanpa membedakan status sosial, kekuasaan, maupun kekayaan. Penegakan hukum dilakukan secara adil, tidak dapat dibeli, dan tidak mengenal istilah kebal hukum.

Melalui sistem peradilan yang tegas, negara menjaga akal, jiwa, dan keselamatan seluruh rakyat. Negara juga membangun suasana keimanan, budaya saling menasihati, kepedulian sosial, serta menjamin kesejahteraan masyarakat sehingga tidak ada lagi individu yang terdorong melakukan kejahatan karena alasan ekonomi.

Jika sistem Islam diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan, bukan hanya persoalan narkoba yang diyakini dapat diatasi. Lebih dari itu, sistem tersebut dipandang mampu mengeluarkan negeri ini dari keterpurukan ekonomi serta mewujudkan negara yang mandiri tanpa intervensi maupun penjajahan dari negara lain.

 

Komentar

Kamu Mungkin Suka

Kampus dalam Kendali Kapital

Kenapa Perubahan Berangkat dari Berubahnya Pola Pikir?

Dakwah : Haruskah Main Aman?