Postingan

Menampilkan postingan dengan label peran negara

Satu Juta Sarjana Menganggur, Bukti Kegagalan Negara Menciptakan Kesejahteraan

Gambar
  Satu Juta Sarjana Menganggur, Bukti Kegagalan Negara Menciptakan Kesejahteraan Oleh: Jylan Mumtaza - Mahasiswi Informatika   Pemandangan antrean panjang di berbagai job fair belakangan ini menyajikan pemandangan yang cukup menyayat hati. Banyak lulusan perguruan tinggi, bahkan hingga ditemani orang tua mereka, rela berdesak-desakan demi selembar surat penerimaan kerja. Data resmi mencatat angka pengangguran terdidik tingkat sarjana telah menembus angka satu juta orang. Padahal di saat yang sama, angka pertumbuhan ekonomi nasional dilaporkan terus naik, tetapi kurva pemutusan hubungan kerja (PHK) justru kian melebar di berbagai sektor. Kondisi anomali yang kerap disebut sebagai jobless growth ini membuktikan bahwa janji penyediaan belasan juta lapangan kerja baru belum mampu menyentuh realitas. Berbagai program ketenagakerjaan yang digulirkan nyatanya belum mampu menyerap lulusan berpendidikan tinggi sesuai dengan kompetensinya. Persoalan ini tidak bisa terus-menerus disederh...

Kampus dalam Kendali Kapital

Gambar
Kampus dalam Kendali Kapital Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Rencana pemerintah untuk menutup program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri menandai pergeseran besar arah pendidikan tinggi di Indonesia. Kampus tidak lagi diposisikan sebagai ruang pembentuk cara berpikir dan peradaban, melainkan semakin didorong menjadi penyedia tenaga kerja yang siap pakai. Kebijakan ini berangkat dari kekhawatiran atas tingginya jumlah lulusan sarjana yang tidak terserap dunia kerja. Setiap tahun, sekitar 1,9 juta lulusan perguruan tinggi dihasilkan, namun banyak di antaranya kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kompetensi yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan tersebut dengan menutup program studi yang dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sektor-sektor prioritas seperti energi, pangan, kesehatan, hingga digitalisasi dan manufaktur maju. Namun demikian, pendekatan ini juga menyederhanakan persoalan. Ketidaks...