Postingan

Menampilkan postingan dengan label keluarga

Saat Barat Mengubah Seks Menjadi Senjata Propaganda

Gambar
  Saat Barat Mengubah Seks Menjadi Senjata Propaganda Oleh: Hadi Irfandi, S.Pd. (Peneliti Independen / Pengamat Isu Sosial Kontemporer ICOMAF) Jarang ada peristiwa dalam sejarah yang bisa mengubah cara hidup manusia sampai ke dalam kamar tidur mereka. Namun, itulah yang terjadi di Barat pada dekade 1960-an lewat apa yang disebut Sexual Revolution atau Revolusi Seksual. Ini bukan sekadar tren anak muda pada zamannya, melainkan gelombang besar yang mengacak-acak cara pandang manusia tentang seks, kebebasan, dan arti sebuah keluarga—yang dampaknya masih kita rasakan sampai hari ini. Sebelum era 60-an, masyarakat Barat sebenarnya masih memegang erat nilai-nilai agama dan tradisi. Seks dipandang sebagai hal yang sakral dan hanya boleh dilakukan dalam ikatan pernikahan. Hubungan di luar nikah dianggap tabu, dan keluarga adalah fondasi paling penting dalam masyarakat. Namun, dalam waktu singkat, aturan main ini berubah total ketika teknologi, budaya pop, dan pemikiran baru bergabun...

Mengakui Perbedaan atau Melegalkan Penyimpangan?

Gambar
Mengakui Perbedaan atau Melegalkan Penyimpangan? Oleh: Herliana Tri M., S.P. Arus globalisasi dan kampanye hak asasi manusia yang berlandaskan paham sekuler-liberal semakin masif. Seruan untuk menerima penyimpangan orientasi seksual dikemas sedemikian rupa agar masyarakat memaklumi, menerima, bahkan melegalkan keberadaan kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) sebagai bagian dari keragaman manusia. Namun, jika ditinjau melalui perspektif syariat Islam, narasi tersebut dipandang sebagai bentuk penyimpangan yang bertentangan dengan ajaran agama. Fenomena LGBT saat ini tidak lagi dipandang sebatas persoalan moral individu, tetapi telah berkembang menjadi gerakan sosial dan politik yang berskala global. Gerakan ini dinilai memperoleh dukungan dari berbagai korporasi multinasional, lembaga internasional, serta negara-negara yang mengusung ideologi sekuler-kapitalistik. Dengan landasan liberalisme, hak individu ditempatkan sebagai nilai utama selama dilakukan atas dasar pers...

Darurat Kejahatan Seksual, Umat Butuh Solusi Islam

Gambar
  Darurat Kejahatan Seksual, Umat Butuh Solusi Islam Oleh: Halimatus Sa'diah, S.Pd Berita mengenai kekerasan seksual pada anak semakin marak terjadi. Ironis sekali, kini kasus tindak asusila dan kekerasan seksual yang termasuk di dalamnya pelecehan seksual semakin gencar disuarakan. Di Indonesia, berbagai media massa, media sosial, dan lembaga pengaduan ramai oleh pelaporan tindakan keji tersebut. Cukup memprihatinkan, kini tidak hanya perempuan, tetapi laki-laki juga dapat merasakan dampak dari pelecehan seksual. Lebih mirisnya lagi, beberapa kasus kekerasan seksual dilakukan oleh tokoh agama atau guru ngaji. Kabar tersebut sangat memilukan dan menyesakkan dada. Fenomena tersebut merupakan suatu bentuk tindakan yang menodai ajaran agama. Dilansir dari KORANKALTIM.COM (07/06/2026), kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret oknum pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memicu reaksi keras dari legislatif. Anggota Komisi IV ...