Postingan

Menampilkan postingan dengan label menulis

(Bonus Part) Apa yang Hilang Saat Penulis Tak Punya Sikap?

Gambar
  (Bonus Part) Apa yang Hilang Saat Penulis Tak Punya Sikap?  Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Banyak orang ingin menulis, tetapi sedikit yang benar-benar tahu mengapa ia menulis. Akibatnya, tulisan hanya menjadi kumpulan kalimat yang rapi, namun kosong arah. Topiknya bisa ramai, bahasanya bisa halus, bahkan terlihat cerdas. Namun setelah dibaca, tidak ada yang tertinggal selain kesan bahwa penulis sedang berbicara banyak tanpa mengatakan apa-apa. Di sinilah masalahnya: pembaca hari ini tidak hanya mencari informasi, mereka juga mencari kejelasan. Karena itu, penulis yang tidak punya sikap biasanya mudah dikenali. Ia selalu aman di semua sisi, tidak jelas berdiri di mana, dan terlalu takut jika pandangannya menimbulkan perdebatan. Saat membahas kemiskinan, ia ragu menyebut penyebabnya. Ketika menulis soal ketidakadilan, ia berhenti pada keluhan tanpa berani menunjukkan akar masalah. Bahkan saat membicarakan nilai-nilai agama, ia memilih kalimat yang nyaman didengar semua orang mesk...

Bagaimana Menulis Membentuk Identitas yang Kuat?

Gambar
Bagaimana Menulis Membentuk Identitas yang Kuat? Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Biarkan aku memberimu satu fakta. Orang pada akhirnya akan lupa namamu—entah itu Ali Khamenei, atau siapapun itu—namun yang bertahan justru kesan yang ditinggalkan, apakah kehadiranmu memberi kejelasan atau hanya sekadar lewat tanpa makna. Karena itu, yang benar-benar menetap bukan citra luar diri, tapi kedalaman berpikir. Jika tujuanmu hanya membangun “branding” dari gaya berpakaian, tampilan visual, atau hal-hal eksternal lainnya, kamu bisa mencarinya di tempat lain—banyak yang mengajarkan itu hingga mulutnya berbusa. Tapi kalau yang kamu cari adalah identitas yang kuat, yang membuat orang mengenalmu dari cara berpikir, maka kamu bertemu orang yang tepat. Saya mengupas kenapa menulis menjadi salah satu senjata saya dan juga senjatamu untuk tetap diingat. Lalu, apa saja komposisinya? Pertama, perkenalkan ide kamu bahkan sebelum kamu dikenal. Menunggu punya audiens baru menjadi idealis termasuk cara yang tidak...