Postingan

Menampilkan postingan dengan label sistem Islam

Sudah Merdeka atau Masih Terjajah

Gambar
  Sudah Merdeka atau Masih Terjajah Oleh: Siti Rima Sarinah Bulan Agustus menjadi momen penting bagi rakyat Indonesia dalam memperingati hari kemerdekaan yang sudah diperoleh selama 81 tahun. Setiap tanggal 17 Agustus, seluruh negeri ini dihiasi ornamen merah putih dan berbagai kemeriahan dengan adanya lomba-lomba menunjukkan sebuah kebahagiaan dan euforia rakyat Indonesia sebagai negeri yang sudah merdeka. Indonesia memang terlepas dari penjajahan Belanda dan Jepang secara fisik, dan para penjajah sudah hengkang dari bumi pertiwi atas jasa-jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa mereka agar negeri ini bebas dari penjajahan. Namun benarkah kita sudah menjadi negeri yang merdeka, atau hanya simbol kemerdekaan yang diberikan kepada Indonesia dengan hengkangnya para penjajah dari negeri ini? Negeri yang merdeka merupakan negeri yang bebas dari intervensi dari negara lain baik fisik maupun pemikiran (aturan dan sistem). Bebas mengatur dan mengelola sumber daya alam negeri ini ya...

Ketiadaan Hukum yang Tegas, Mustahil Mampu Berantas Narkoba hingga ke Akarnya

Gambar
Ketiadaan Hukum yang Tegas, Mustahil Mampu Berantas Narkoba hingga ke Akarnya Oleh: Siti Rima Sarinah Kasus narkoba bak gunung es yang sangat sulit diberantas. Berbagai upaya dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menangkap para pengedar dari sindikat barang terlarang ini, namun hingga kini belum membuahkan hasil yang signifikan. Pasalnya, masih saja kita mendengar kasus peredaran narkoba yang terus terjadi. Bahkan, mirisnya, jual beli benda terlarang ini bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, melainkan juga remaja dan anak-anak. Para wanita pun ikut menjadi pengedar dengan berbagai alasan, salah satunya karena faktor ekonomi. Polresta Kota Bogor sedang giat memberantas kasus narkoba. Dilansir dari Kompas.com (29 Juli 2026), Polresta Kota Bogor berhasil mengamankan berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan obat keras tertentu (OKT) sebagai barang bukti dari hasil pengungkapan kasus selama periode 1 Mei hingga Juli 2026. Sepanjang periode tersebut, terdapat 61 kasus yang berhasil diu...

Kredit Rumah 40 Tahun, Hunian Layak yang Semakin Sulit Digapai

Gambar
Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Rumah yang dicicil sampai 40 tahun sedang dipersiapkan menjadi wajah baru kebijakan perumahan di Indonesia. Angsuran memang bisa terasa lebih ringan tetapi umur produktif masyarakat juga akan habis lebih lama untuk membayar utang rumah. Di tengah harga tanah yang terus naik dan penghasilan yang sering tidak bertambah banyak kebijakan ini bukan cuma soal membeli tempat tinggal melainkan tentang bagaimana hidup seseorang akan berjalan selama puluhan tahun ke depan. Sementara itu, banyak keluarga muda pasti akan melihat tenor panjang sebagai kesempatan yang menenangkan. Cicilan yang sebelumnya terasa berat perlahan tampak lebih masuk akal ketika turun sampai kisaran Rp800 ribuan per bulan. Namun yang sering luput dipahami adalah rumah itu tidak benar benar menjadi murah. Waktu pembayarannya saja yang diperpanjang sehingga rakyat diberi ruang bernapas lebih panjang untuk mencicil.  Karena itu masyarakat perlu mulai menghitung bukan hanya sanggup membayar bul...

Sejarah Panjang Perjuangan Buruh Demi Meraih Sejahtera

Gambar
Sejarah Panjang Perjuangan Buruh Demi Meraih Sejahtera Oleh : Siti Rima Sarinah Demo buruh yang dikenal dengan Mayday seakan menjadi seremonial para buruh untuk menuntut hak mereka agar bisa hidup layak. Tidak ada yang berubah dari tuntutan dan apa yang diperjuangkan buruh setiap tahunnya. Ironisnya, tuntutan mereka seakan hilang begitu saja tanpa ada upaya dari pemerintah untuk memenuhi tuntutan buruh yang menjadi haknya. Buruh hanya menuntut hak mereka, bukan mengambil yang bukan hak mereka. Namun, pemerintah enggan memenuhi tuntutan tersebut, bahkan membuat kebijakan dan undang-undang yang merugikan para buruh. Demo buruh bukan hanya diikuti oleh para pekerja, melainkan mahasiswa pun ikut serta untuk memperjuangkan hak-hak buruh. Keikutsertaan mahasiswa ini sebagai bentuk keprihatinan melihat realitas sosial yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya para buruh. Mahasiswa menyuarakan dan mengingatkan pemerintah bahwa Mayday dan Hari Pendidikan bukan sekadar seremonial tahunan yang d...

Kampus dalam Kendali Kapital

Gambar
Kampus dalam Kendali Kapital Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Rencana pemerintah untuk menutup program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri menandai pergeseran besar arah pendidikan tinggi di Indonesia. Kampus tidak lagi diposisikan sebagai ruang pembentuk cara berpikir dan peradaban, melainkan semakin didorong menjadi penyedia tenaga kerja yang siap pakai. Kebijakan ini berangkat dari kekhawatiran atas tingginya jumlah lulusan sarjana yang tidak terserap dunia kerja. Setiap tahun, sekitar 1,9 juta lulusan perguruan tinggi dihasilkan, namun banyak di antaranya kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kompetensi yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan tersebut dengan menutup program studi yang dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sektor-sektor prioritas seperti energi, pangan, kesehatan, hingga digitalisasi dan manufaktur maju. Namun demikian, pendekatan ini juga menyederhanakan persoalan. Ketidaks...

Maraknya Judol, Maraknya Kejahatan: Buah Pahit Kapitalisme

Gambar
  Maraknya Judol, Maraknya Kejahatan: Buah Pahit Kapitalisme Oleh: Amila Shaliha Seorang pemuda berusia 23 tahun di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tega membunuh ibu kandungnya sendiri setelah sang ibu menolak memberinya sejumlah uang akibat kecanduan judi online. Pelaku yang emosi kemudian menghabisi nyawa korban di rumah, lalu berusaha menghilangkan jejak dengan memutilasi dan membakar jasadnya, serta menguburkan bagian tubuh korban di lokasi berbeda. Ia akhirnya ditangkap polisi kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad, dan kini terancam hukuman berat atas perbuatannya. (MetroTVNews, 9 April 2026). Ini bukan kasus pertama dan bukan satu-satunya. Seorang pria berinisial A (30) di Kecamatan Karanggede, Boyolali, nekat melakukan perampokan disertai kekerasan terhadap tetangganya sendiri akibat terlilit utang dari kecanduan judol. Pelaku menyerang seorang ibu hingga luka berat dan membunuh anaknya yang berusia 6 tahun. Setelah itu, ia membawa kabur sepeda motor korban untuk diga...