Postingan

Menampilkan postingan dengan label Khilafah

Miras Dilegalkan, Kekacauan Tak Terelakkan

Gambar
Miras Dilegalkan, Kekacauan Tak Terelakkan Oleh: Amila Shaliha Warga Kota Bogor baru-baru ini disuguhi tontonan yang meresahkan. Viral di media sosial yang memperlihatkan keributan di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah. Berdasarkan kesaksian beberapa pihak, keributan antar pengunjung ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Diduga pemicunya adalah hilang akal yang disebabkan mabuk, imbas dari bebasnya penjualan minuman beralkohol di THM tersebut. Kerap menerima laporan dari warga sekitar yang resah, anggota Komisi I DPRD Kota Bogor akhirnya turun tangan dan mendesak Satpol PP untuk menindaklanjuti kasus ini. Kecurigaan publik terbukti pasca Satpol PP melakukan sidak. Ditemukan sekitar 35 botol minuman beralkohol golongan B dan C. Temuan ini menjadi bukti kuat adanya pelanggaran karena THM tersebut beroperasi tidak sesuai dengan izin usaha yang dimilikinya. (bogornetwork.com) Menjadi pertanyaan, jika memang terbukti THM tersebut ...

Transisi Transportasi Harus Adil, Jangan Ada yang Dikorbankan

Gambar
  Transisi Transportasi Harus Adil, Jangan Ada yang Dikorbankan Oleh: Siti Rima Sarinah Angkutan kota (angkot) menjadi transportasi utama yang kerap digunakan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah. Kemacetan, waktu tempuh yang lama, serta kondisi angkot yang kurang nyaman telah menjadi pemandangan sehari-hari bagi para penggunanya. Meski demikian, ongkos angkot yang murah dan ramah di kantong membuat moda transportasi ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Jumlah angkot yang lebih banyak dibandingkan transportasi lainnya kerap dituding sebagai pemicu kemacetan. Karena itu, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatasinya, salah satunya dengan mengurangi jumlah angkot bahkan menggantinya dengan moda transportasi lain. Kebijakan menonaktifkan angkot bukanlah kebijakan yang bijaksana. Kebijakan ini mengakibatkan para sopir angkot harus turun ke jalan memperjuangkan nasib mereka karena merasa sangat dirugikan. Dalam tuntutannya, mereka meminta pemerintah me...

Kesehatan Gratis Dengan Pelayanan Berkualitas, Potret Kesehatan Dalam Khilafah

Gambar
  Kesehatan Gratis Dengan Pelayanan Berkualitas, Potret Kesehatan Dalam Khilafah Oleh: Siti Rima Sarinah Salah satu dampak dari efisiensi anggaran adalah dicabutnya pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS PBI, sehingga menjadi beban baru bagi masyarakat. Pasalnya, fasilitas kesehatan tersebut memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya yang akan dikeluarkan. Pada awalnya, pembiayaan BPJS PBI ditanggung oleh pemerintah pusat. Namun, ketika kondisi perekonomian negara tidak baik-baik saja, pembiayaan tersebut dialihkan kepada pemerintah daerah. Pengalihan pembiayaan kesehatan ini tentu menjadi beban baru bagi pemerintah daerah. Dedie Rachim selaku Wali Kota Bogor mengusulkan agar pemerintah pusat kembali menanggung pembiayaan iuran PBI agar dapat memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah daerah. Usulan tersebut disampaikan dengan alasan bahwa pemerintah daerah sedang menghadapi tantangan yang sangat kompleks di tengah dinamika ...

Darurat Kejahatan Seksual, Umat Butuh Solusi Islam

Gambar
  Darurat Kejahatan Seksual, Umat Butuh Solusi Islam Oleh: Halimatus Sa'diah, S.Pd Berita mengenai kekerasan seksual pada anak semakin marak terjadi. Ironis sekali, kini kasus tindak asusila dan kekerasan seksual yang termasuk di dalamnya pelecehan seksual semakin gencar disuarakan. Di Indonesia, berbagai media massa, media sosial, dan lembaga pengaduan ramai oleh pelaporan tindakan keji tersebut. Cukup memprihatinkan, kini tidak hanya perempuan, tetapi laki-laki juga dapat merasakan dampak dari pelecehan seksual. Lebih mirisnya lagi, beberapa kasus kekerasan seksual dilakukan oleh tokoh agama atau guru ngaji. Kabar tersebut sangat memilukan dan menyesakkan dada. Fenomena tersebut merupakan suatu bentuk tindakan yang menodai ajaran agama. Dilansir dari KORANKALTIM.COM (07/06/2026), kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret oknum pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memicu reaksi keras dari legislatif. Anggota Komisi IV ...

Buku yang Menjual Janji, Bukan Perbaikan Fikrah

Gambar
Buku yang Menjual Janji, Bukan Perbaikan Fikrah Oleh : Your Fikrah Mentor Buku-buku pengembangan diri menjadi bacaan favorit banyak orang karena menawarkan sesuatu yang sedang dicari masyarakat modern, yaitu jalan keluar cepat dari masalah hidup. Di tengah tekanan ekonomi, persaingan kerja, hubungan sosial yang rumit, serta rasa cemas akan masa depan, banyak orang berharap menemukan jawaban praktis melalui buku. Judul-judulnya dibuat sangat menarik, seolah mampu membuka pintu sukses, ketenangan, dan perubahan besar dalam waktu singkat. Dari sinilah daya tarik itu bekerja. Pembaca datang dengan keresahan nyata, lalu disambut oleh janji yang terdengar menenangkan. Namun, banyak buku semacam itu justru menjebak pembacanya pada gambaran hidup yang terlalu sederhana. Dunia digambarkan seakan netral dan selalu memberi hasil baik bagi siapa saja yang berpikir positif. Pembaca diarahkan untuk percaya bahwa semangat, keyakinan diri, dan keberanian mengambil langkah sudah cukup untuk menembus se...

Jawaban Amir HT atas Pertanyaan Perang terhadap Iran

Gambar
  بسم الله الرحمن الرحيم Jawaban atas Pertanyaan Perang terhadap Iran oleh : Syaikh Atha' bin Khalil Abu Rasythah Pertanyaan: Apa implikasi dari pernyataan Trump yang berubah-ubah, mulai dari ultimatum 48 jam kepada Iran, kemudian tenggat 5 hari, lalu 10 hari, serta rencana 15 poin yang dia ajukan? Selain itu, ada manuver pernyataan, sebagian besar dari Trump dan beberapa dari Iran.  Kemudian ada pengumuman televisi Iran yang menolak proposal Trump. Lalu bagaimana hasil dari semua ini? Apakah Trump akan berhasil mencapai tujuannya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan misil berat, sehingga memaksa Iran kembali ke orbit Amerika atau menjadikannya negara yang tunduk, atau justru Iran akan menjadi negara independen?  Dan apakah benar bahwa entitas Yahudi, dengan persetujuan Amerika, berusaha memperluas wilayahnya dengan mencaplok Lebanon selatan hingga Sungai Litani, sebagaimana dinyatakan oleh menteri pertahanan Yahudi?  Dan bagaimana mungkin kaum Muslim ti...