Postingan

Menampilkan postingan dengan label tanggung jawab negara

Kesehatan Gratis Dengan Pelayanan Berkualitas, Potret Kesehatan Dalam Khilafah

Gambar
  Kesehatan Gratis Dengan Pelayanan Berkualitas, Potret Kesehatan Dalam Khilafah Oleh: Siti Rima Sarinah Salah satu dampak dari efisiensi anggaran adalah dicabutnya pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS PBI, sehingga menjadi beban baru bagi masyarakat. Pasalnya, fasilitas kesehatan tersebut memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya yang akan dikeluarkan. Pada awalnya, pembiayaan BPJS PBI ditanggung oleh pemerintah pusat. Namun, ketika kondisi perekonomian negara tidak baik-baik saja, pembiayaan tersebut dialihkan kepada pemerintah daerah. Pengalihan pembiayaan kesehatan ini tentu menjadi beban baru bagi pemerintah daerah. Dedie Rachim selaku Wali Kota Bogor mengusulkan agar pemerintah pusat kembali menanggung pembiayaan iuran PBI agar dapat memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah daerah. Usulan tersebut disampaikan dengan alasan bahwa pemerintah daerah sedang menghadapi tantangan yang sangat kompleks di tengah dinamika ...

Kejutan Tengah Malam Dari Rezim

Gambar
Kejutan Tengah Malam Dari Rezim Oleh: Titin Kartini Ada kabar mengejutkan yang diterima rakyat Indonesia pada pagi hari, tepatnya tanggal 10 Juni 2026. Sontak kabar tersebut membuat rakyat semakin ketar-ketir. Kenaikan dolar yang berimbas pada naiknya bahan-bahan kebutuhan masyarakat pun belum teratasi. Kini masyarakat bertambah kalut dengan kabar kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax. Tentunya hal ini semakin membuat rakyat kian sulit dan tercekik biaya hidup. Dilansir dari BBC.com pada 10 Juni 2026, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai naik pada hari Rabu (10/06/2026). Hal ini diumumkan oleh Pertamina Patra Niaga pada Selasa (09/06/2026) malam. Harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kedua jenis BBM ini masuk kategori non-subsidi, artinya pemerintah tidak memberikan bantuan dana dari APBN guna memotong har...