Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Rendahnya Kelulusan SNBT di Tengah Mahalnya Biaya Kuliah, Pendidikan untuk Siapa?

Gambar
Rendahnya Kelulusan SNBT di Tengah Mahalnya Biaya Kuliah, Pendidikan untuk Siapa? Oleh: Siti Rima Sarinah Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) telah diumumkan pada Senin, 25 Mei 2026. Dari 871.496 pendaftar, hanya 29,24% atau sekitar 256.369 orang yang lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN). Artinya, satu kursi diperebutkan oleh tujuh orang dengan peluang kelulusan yang sangat kecil. Padahal, SNBT diikuti oleh 146 perguruan tinggi, baik PTN Akademik, PTN Vokasi, maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) (kumparan.com, 25/05/2026). Mahalnya Biaya Kuliah Tidak dimungkiri, peminat jalur SNBT maupun SNBP untuk masuk ke PTN mengalami peningkatan yang signifikan. Pasalnya, kedua jalur tersebut dianggap memberikan peluang lebih besar untuk menempuh pendidikan tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau. Sebab, biaya kuliah melalui jalur mandiri di PTN sangat mahal, sehingga para siswa berlomba-lomba untuk bisa lolos melalui jalur tersebut. Sayangnya, kuota SNBT dan SNBP sa...

Mengakhiri Penjajahan

Gambar
Mengakhiri Penjajahan Oleh: Herliana Tri M.S.P Dunia saat ini menyaksikan siklus kekerasan yang seolah tanpa akhir di tanah Palestina. Internasional dengan resolusinya menghapuskan penjajahan, tak mampu melawan ketamakan Israel di bumi para nabi. Akar masalah yang terang benderang di bawah hukum internasional yakni pendudukan dan penjajahan ilegal yang berkepanjangan oleh Israel tak mampu menghakiminya, apalagi menjatuhkan sanksi padanya. Bahkan lebih parahnya lagi, dunia seolah tak berdaya memberikan bantuan ke tanah pendudukan yakni Palestina-Gaza meski hanya seteguk air. Seolah dunia tunduk dalam kuasa Israel. Bahkan upaya warga sipil dunia yang terketuk nuraninya dan bergabung dalam relawan Global Sumut Flotila dalam rangka menyalurkan bantuan ke Gaza pun tak mampu menyerahkan bantuan sampai ke wilayah konflik. Di laut lepas internasional, konvoi bantuan kemanusiaan ini dicegat, ditangkap selama 3 sampai 4 hari serta mendapatkan perlakuan tak manusiawi, termasuk 9 WNI yang berada d...

Prioritas Anggaran Publik, Antara Revitalisasi Museum dan Kesejahteraan Rakyat

Gambar
Prioritas Anggaran Publik, Antara Revitalisasi Museum dan Kesejahteraan Rakyat Oleh Siti Rima Sarinah Kota Bogor dikenal sebagai Kota Wisata terus berbenah diri untuk mempercantik wajah kota agar menarik para wisatawan untuk berkunjung dan berlibur di kota hujan. Berbagai macam pembangunan dilakukan di kota Bogor dengan menganggarkan dana yang tidak sedikit. Dari banyaknya proyek yang telah dilaksanakan di kota Bogor, kali ini pemerintah pun membuat “proyek baru” , yaitu revitalisasi Museum Pajajaran Batutulis. Dalam proyek ini, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar 9 miliar.  Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan pentaan fasilitas seni dan budaya daerah, termasuk, Kota Bogor. Ia menyampaikan penataan ini dilakukan sebagai upaya untuk memajukan seni dan budaya di Jawa Barat, salah satunya dengan merevitalisasi Museum Pajajaran hingga perbaikan infrastruktur, baik jalan, trotoar maupun taman yang berada di kawasan Suryakencana hingga Batutulis. Dengan menyiapkan dana se...

Ironi Pembangunan di Tanah Papua

Gambar
Ironi Pembangunan di Tanah Papua Oleh: Herliana Tri, M.S.P Kebenaran akan mencari jalannya. Begitulah gambaran publik dalam menyuarakan kebenaran realita dengan berbagai macam saluran geraknya. Ada yang menyuarakan kebenaran melalui aksi demo di jalan, berbagai opini tulisan, puisi, maupun berbagai opera seni termasuk melalui film. Penyampaian realitas kehidupan melalui film adalah salah satu saluran untuk menyampaikan pesan baik berupa kritik sosial maupun transfer nilai. Salah satunya adalah tayangnya film dokumenter terbaru garapan Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale yang bertajuk "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita". Film ini berhasil menyita perhatian masyarakat luas serta memicu diskursus publik yang hangat. Realitas pahit di balik gemerlapnya pembangunan di Papua Selatan. Film ini sukses mengusik zona nyaman publik sekaligus memantik polemik batas kebebasan berekspresi dengan maraknya aksi pembubaran paksa acara nonton bareng (nobar) di berbagai daerah. Penggunaan is...

Kredit Rumah 40 Tahun, Hunian Layak yang Semakin Sulit Digapai

Gambar
Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Rumah yang dicicil sampai 40 tahun sedang dipersiapkan menjadi wajah baru kebijakan perumahan di Indonesia. Angsuran memang bisa terasa lebih ringan tetapi umur produktif masyarakat juga akan habis lebih lama untuk membayar utang rumah. Di tengah harga tanah yang terus naik dan penghasilan yang sering tidak bertambah banyak kebijakan ini bukan cuma soal membeli tempat tinggal melainkan tentang bagaimana hidup seseorang akan berjalan selama puluhan tahun ke depan. Sementara itu, banyak keluarga muda pasti akan melihat tenor panjang sebagai kesempatan yang menenangkan. Cicilan yang sebelumnya terasa berat perlahan tampak lebih masuk akal ketika turun sampai kisaran Rp800 ribuan per bulan. Namun yang sering luput dipahami adalah rumah itu tidak benar benar menjadi murah. Waktu pembayarannya saja yang diperpanjang sehingga rakyat diberi ruang bernapas lebih panjang untuk mencicil.  Karena itu masyarakat perlu mulai menghitung bukan hanya sanggup membayar bul...

Cara Saya Mengenali Siapa yang Layak Dipercaya

Gambar
Cara Saya Mengenali Siapa yang Layak Dipercaya Oleh : Your Fikrah Mentor Semakin sering saya masuk ke banyak ruang interaksi manusia maka semakin saya sadar bahwa manusia tidak selalu bergerak berdasarkan prinsip. Banyak orang bergerak berdasarkan suasana, tekanan lingkungan, dan peluang keuntungan. Sistem hidup hari ini juga ikut membentuk itu semua. Kita hidup di zaman ketika relasi sosial perlahan menjadi transaksi yang dibungkus topeng yang berlapis. Dalam sistem yang tidak dibangun di atas aturan Islam, manusia tumbuh dengan dorongan untuk bertahan dan menang sendiri. Orang diajarkan mengejar pengaruh, validasi, dan keuntungan pribadi berapapun jumlah usianya. Akibatnya, interaksi sosial sering terasa seperti permainan psikologis yang samar. Saya mulai melihat bagaimana sebagian orang bisa sangat baik di depan, tetapi berubah ketika lingkungan berganti atau ketika risiko mulai muncul. Ada yang berbicara tentang perjuangan rakyat saat kamera menyala, lalu menghilang ketika rakyat b...

Sejarah Panjang Perjuangan Buruh Demi Meraih Sejahtera

Gambar
Sejarah Panjang Perjuangan Buruh Demi Meraih Sejahtera Oleh : Siti Rima Sarinah Demo buruh yang dikenal dengan Mayday seakan menjadi seremonial para buruh untuk menuntut hak mereka agar bisa hidup layak. Tidak ada yang berubah dari tuntutan dan apa yang diperjuangkan buruh setiap tahunnya. Ironisnya, tuntutan mereka seakan hilang begitu saja tanpa ada upaya dari pemerintah untuk memenuhi tuntutan buruh yang menjadi haknya. Buruh hanya menuntut hak mereka, bukan mengambil yang bukan hak mereka. Namun, pemerintah enggan memenuhi tuntutan tersebut, bahkan membuat kebijakan dan undang-undang yang merugikan para buruh. Demo buruh bukan hanya diikuti oleh para pekerja, melainkan mahasiswa pun ikut serta untuk memperjuangkan hak-hak buruh. Keikutsertaan mahasiswa ini sebagai bentuk keprihatinan melihat realitas sosial yang tengah dihadapi masyarakat, khususnya para buruh. Mahasiswa menyuarakan dan mengingatkan pemerintah bahwa Mayday dan Hari Pendidikan bukan sekadar seremonial tahunan yang d...

Membangun Safe Haven di Tengah Konflik Internasional

Gambar
Membangun Safe Haven di Tengah Konflik Internasional Oleh: Herliana Tri, M.S.P. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai posisi Indonesia sebagai tempat teraman di dunia apabila terjadi Perang Dunia III menjadi diskusi hangat, termasuk di kalangan akademisi. Pengamat internasional dan akademisi menilai keamanan ini tidak datang begitu saja. Perlu berbagai komponen yang melandasinya (kompasnews.com, diakses 29/4/2026). Pernyataan Presiden Prabowo ini tepat apabila amannya Indonesia dikaitkan dengan posisinya sebagai God’s Gift, yakni pemberian dan anugerah Allah Swt. atas banyaknya nikmat untuk negeri kaya ini. Berbagai julukan layak disematkan kepada Indonesia, seperti Zamrud Khatulistiwa dengan hamparan hutan hijau dan letak geografisnya, Negeri Seribu Pulau karena kekayaan maritimnya, Paru-paru Dunia berkat hutan hujan tropisnya, hingga Heaven of Earth karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Di sisi lain, posisi Indonesia yang jauh dari pusat konflik dunia saat ini, khususnya...

Ketika Kapitalisme Menyempitkan Makna Interaksi

Gambar
  Ketika Kapitalisme Menyempitkan Makna Interaksi Oleh : Your Fikrah Mentor Perhatikan cara kita berinteraksi hari ini. Dimanapun tempat manusia menjalin relasi, hubungan terasa seperti transaksi diam-diam. Kita mendekat karena ada manfaat, bertahan karena ada peluang. Obrolan yang harusnya ringan malah dipenuhi hitung-hitungan di hampir semua lini pembahasan. "apa yang bisa aku dapat dari orang ini?" Kita mungkin tidak selalu sadar, tapi kita ikut bermain dalam pola yang sama. Kepedulian jadi bersyarat, bantuan terasa seperti investasi, dan perlahan hubungan kehilangan rasa hangatnya. Perlu diketahui, pola ini lahir sejak manusia memisahkan agama dari cara mengatur hidup. Dari situlah muncul sekularisme, lalu berkembang menjadi kapitalisme. Awalnya hanya cara melihat ekonomi, tapi hari ini ia ikut mengatur cara kita melihat manusia. Semua dinilai dari untung rugi. Orang dihargai kalau memberi manfaat, dan diabaikan kalau tidak punya nilai. Cara berpikir ini akhirnya membentu...

Mengapa Teknik Manipulasi Justru Memberimu Status Sosial yang Rapuh.

Gambar
Mengapa Teknik Manipulasi Justru Memberimu Status Sosial yang Rapuh. Oleh : Your Fikrah Mentor Dalam hidup, manipulasi sering terlihat sederhana. Seseorang sengaja memuji agar dipercaya, menyesuaikan sikap agar disukai, lalu mengarahkan keputusan orang lain tanpa mereka sadar. Pola ini dianggap cerdas, padahal hanya permainan kesan. Karena itu, banyak pemula tertarik pada taktik seperti psikologi gelap, gerakan kekuasaan, atau berbagai “hukum” yang seolah memberi jalan cepat untuk panjat sosial. Namun di balik itu, yang bekerja bukan kualitas, melainkan niat licik yang ingin menang tanpa proses. Orang yang mengandalkannya terbiasa membangun citra, bukan kepercayaan. Ia terlihat naik, dikenal, bahkan dianggap penting, tetapi semua itu bergantung pada persepsi yang sengaja diatur.  Sederhananya, kamu ingin dikenal karena siapa dirimu, atau karena cara kamu memainkan orang? Akibatnya, status yang kamu dapat tidak pernah kokoh. Begitu orang menyadari polanya, kepercayaan hilang dan pos...

Menimbang Penutupan Prodi, Antara Kebutuhan Industri dan Amanah Ilmu

Gambar
Menimbang Penutupan Prodi, Antara Kebutuhan Industri dan Amanah Ilmu Oleh: Siti Rima Sarinah Wacana penutupan program studi (prodi) yang dianggap tidak relevan dengan dunia industri oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menjadi tanda tanya. Badri Munir Sukoco selaku Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek mengungkapkan rencana penutupan prodi akan dilakukan dalam waktu dekat dan meminta kerelaan pihak perguruan tinggi untuk melakukan penyeleksian prodi apa saja yang perlu ditutup. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menekan kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri. Kemendikti mencatat setiap tahunnya kampus meluluskan hingga 1,9 juta sarjana. Namun, lulusan tersebut kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kebutuhan lapangan industri tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Untuk mengantisipasi kesenjangan ini, prodi yang difokuskan hanya meliputi energi, pangan, kesehatan, p...

Potret Kemuliaan Seorang Guru di Masa Kejayaan Islam

Gambar
Potret Kemuliaan Seorang Guru di Masa Kejayaan Islam Oleh : Siti Rima Sarinah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa disematkan menjadi predikat bagi seorang guru. Guru merupakan pahlawan bagi pendidik generasi bangsa yang kelak mereka akan melanjutkan estafet perjuangan bangsa ini. Guru bukan hanya mengajar dengan mentransfer ilmu sebagai bekal bagi generasi membangun dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Guru pun menjadi pendidik bagi generasi agar mereka bukan hanya mumpuni dalam ilmu dan teknologi, melainkan juga menjadi sosok-sosok yang memiliki adab yang mulia. Apalagi negara telah menetapkan target mulia untuk membentuk generasi emas di tahun 2045. Target ini mustahil terwujud apabila ketiadaan peran guru yang berkontribusi besar untuk mewujudkan cita-cita besar dan mulia tersebut. Sehingga seorang guru wajib mendapatkan perhatian, penghargaan, dan kedudukan yang mulia dari negara atas jasa besarnya untuk mendidik generasi bangsa. Potret Buram Kesejahteraan Guru Dilansir dari Tr...