Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Harga Nyawa Makin Murah, Karena Hukum Sanksi Makin Murahan

Gambar
Harga Nyawa Makin Murah, Karena Hukum Sanksi Makin Murahan Oleh: Siti Rima Sarinah Aksi kekerasan semakin hari semakin marak terjadi, baik dilakukan oleh para pelajar maupun orang dewasa. Aksi kekerasan ini kerap kali mengakibatkan melayangnya nyawa seseorang karena hal yang sepele. Seakan menghilangkan nyawa seseorang menjadi jalan satu-satunya untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Entah sudah berapa banyak kasus kekerasan yang memenuhi daftar panjang kasus kekerasan di negeri ini, dan hingga kini kasus kekerasan terus terjadi serta tidak menjadikan pelakunya jera untuk melakukan hal yang serupa. Bogor merupakan salah satu kota yang marak aksi kekerasan. Baru-baru ini aparat kepolisian menangkap tiga pelaku yang diduga melakukan pembacokan yang mengakibatkan seorang pemuda harus meregang nyawa. Korban pembacokan yang merupakan warga Ciomas dinyatakan meninggal setelah mengalami luka bacok di bagian bahu kanan, punggung, dan pinggul. Polisi berhasil menangkap para pelaku, y...

Refleksi Muharram 1448 H: Dimanakah Umat Terbaik Itu?

Gambar
Refleksi Muharram 1448 H: Dimanakah Umat Terbaik Itu? Oleh: Amila Shaliha “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, melakukan amar makruf nahi mungkar dan mengimani Allah.” (QS. Ali Imran: 110) Pada ayat tersebut Allah menyebut bahwa umat Islam adalah umat terbaik. Allah pun memberikan penjaminan atas kekuasaan dan kemenangan Islam di muka bumi. Namun, jika kita melihat realitas hari ini, sudah tampakkah gambaran umat terbaik itu? Potret Umat di Tengah Krisis Umat Islam di berbagai penjuru dunia masih diselimuti beragam persoalan. Pada skala internasional, genosida di Gaza terus berlangsung. Kesepakatan dan gencatan senjata sering kali tidak lebih dari janji yang tak terwujud. Serangan militer berkepanjangan, blokade bantuan kemanusiaan, kelaparan, dan hancurnya fasilitas umum telah menciptakan krisis kemanusiaan yang sangat berat. Di Sudan, kondisi tak kalah memprihatinkan. Demikian pula etnis Muslim Rohingya yang terusir dari tanah kelahirannya dan hidup tanpa status...

Kejutan Tengah Malam Dari Rezim

Gambar
Kejutan Tengah Malam Dari Rezim Oleh: Titin Kartini Ada kabar mengejutkan yang diterima rakyat Indonesia pada pagi hari, tepatnya tanggal 10 Juni 2026. Sontak kabar tersebut membuat rakyat semakin ketar-ketir. Kenaikan dolar yang berimbas pada naiknya bahan-bahan kebutuhan masyarakat pun belum teratasi. Kini masyarakat bertambah kalut dengan kabar kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax. Tentunya hal ini semakin membuat rakyat kian sulit dan tercekik biaya hidup. Dilansir dari BBC.com pada 10 Juni 2026, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai naik pada hari Rabu (10/06/2026). Hal ini diumumkan oleh Pertamina Patra Niaga pada Selasa (09/06/2026) malam. Harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kedua jenis BBM ini masuk kategori non-subsidi, artinya pemerintah tidak memberikan bantuan dana dari APBN guna memotong har...

Darurat Kejahatan Seksual, Umat Butuh Solusi Islam

Gambar
  Darurat Kejahatan Seksual, Umat Butuh Solusi Islam Oleh: Halimatus Sa'diah, S.Pd Berita mengenai kekerasan seksual pada anak semakin marak terjadi. Ironis sekali, kini kasus tindak asusila dan kekerasan seksual yang termasuk di dalamnya pelecehan seksual semakin gencar disuarakan. Di Indonesia, berbagai media massa, media sosial, dan lembaga pengaduan ramai oleh pelaporan tindakan keji tersebut. Cukup memprihatinkan, kini tidak hanya perempuan, tetapi laki-laki juga dapat merasakan dampak dari pelecehan seksual. Lebih mirisnya lagi, beberapa kasus kekerasan seksual dilakukan oleh tokoh agama atau guru ngaji. Kabar tersebut sangat memilukan dan menyesakkan dada. Fenomena tersebut merupakan suatu bentuk tindakan yang menodai ajaran agama. Dilansir dari KORANKALTIM.COM (07/06/2026), kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret oknum pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memicu reaksi keras dari legislatif. Anggota Komisi IV ...

Efek Domino Melemahnya Rupiah

Gambar
Efek Domino Melemahnya Rupiah Oleh: Herliana Tri M, S.P Membahas kondisi lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar tak sesederhana realita masyarakat awam atau penduduk yang tinggal di pedesaan, bahwa mereka tak bertransaksi langsung dengan dolar. Lemahnya nilai tukar rupiah pun tak hanya persoalan angka di layar pasar valuta asing. Saat rupiah terus tertekan terhadap dolar AS, dampaknya menjalar ke berbagai sendi perekonomian bangsa, seperti efek domino yang sulit terputus. Memasuki Juni 2026, rupiah mencapai rekor depresiasi lebih dari Rp18.000 per dolar AS. Mengutip data Bank Indonesia pada 8 Juni 2026, nilai kurs tengah rupiah mencapai Rp18.039 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini mencapai titik tertinggi setelah trennya terus memburuk sejak menembus Rp17.000 per dolar AS pada awal April lalu. Secara year to date (YTD), rupiah tercatat melemah sekitar 7,44 persen terhadap dolar AS. (Kompas.com, 8 Juni 2026). Pelemahan rupiah terhadap dolar memiliki konsekuensi logis yang mendalam ba...

Koperasi Merah Putih, Penguat Ekonomi Rakyat atau Mematikan Perekonomian Rakyat?

Gambar
Koperasi Merah Putih, Penguat Ekonomi Rakyat atau Mematikan Perekonomian Rakyat? Oleh: Siti Rima Sarinah Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program pemerintah yang diluncurkan pada tahun 2025 untuk memperkuat ekonomi desa dan kelurahan melalui koperasi. Dengan basis gotong royong dan kekeluargaan, anggotanya berasal dari warga desa atau kelurahan setempat. Berbeda dengan koperasi pada umumnya, Koperasi Merah Putih bersifat multiusaha yang tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, tetapi juga menjual sembako murah, menyediakan apotek, klinik, gudang pangan, layanan logistik, hingga mendukung digitalisasi desa. Keberadaannya diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di pedesaan. Pemerintah bahkan menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola usaha secara langsung. Sebanyak 68 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kota Bogor sebagai upaya menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan a...