Postingan

Menampilkan postingan dengan label wahyu

Buku yang Menjual Janji, Bukan Perbaikan Fikrah

Gambar
Buku yang Menjual Janji, Bukan Perbaikan Fikrah Oleh : Your Fikrah Mentor Buku-buku pengembangan diri menjadi bacaan favorit banyak orang karena menawarkan sesuatu yang sedang dicari masyarakat modern, yaitu jalan keluar cepat dari masalah hidup. Di tengah tekanan ekonomi, persaingan kerja, hubungan sosial yang rumit, serta rasa cemas akan masa depan, banyak orang berharap menemukan jawaban praktis melalui buku. Judul-judulnya dibuat sangat menarik, seolah mampu membuka pintu sukses, ketenangan, dan perubahan besar dalam waktu singkat. Dari sinilah daya tarik itu bekerja. Pembaca datang dengan keresahan nyata, lalu disambut oleh janji yang terdengar menenangkan. Namun, banyak buku semacam itu justru menjebak pembacanya pada gambaran hidup yang terlalu sederhana. Dunia digambarkan seakan netral dan selalu memberi hasil baik bagi siapa saja yang berpikir positif. Pembaca diarahkan untuk percaya bahwa semangat, keyakinan diri, dan keberanian mengambil langkah sudah cukup untuk menembus se...

Saat Cara Berpikir Tak Lagi Dituntun Wahyu

Gambar
Saat Cara Berpikir Tak Lagi Dituntun Wahyu Oleh : Your Fikrah Mentor Sudah menjadi rahasia umum bahwa di tempat kerja, orang saling menjatuhkan demi posisi. Dalam pergaulan, hubungan antar laki-laki dan perempuan makin kabur batasnya. Pelecehan meningkat, bahkan fatalnya ikut terjadi serta dipromosikan pula hubungan zina dengan saudara sedarah, akibatnya banyak anak muda tumbuh tanpa teladan. Semua ini bukan muncul tiba-tiba. Ini terjadi ketika masyarakat kehilangan panduan tentang cara menilai halal dan haram. Di level global, keadaannya lebih membingungkan. Saat negeri-negeri Muslim ditekan dengan perang, utang, atau tekanan politik, umat justru tercerai-berai dalam sikap. Ada yang diam, ada yang bingung, ada yang membela penindas atas nama kepentingan nasional. Rakyat yang ramai jumlahnya, tak berkutik di hadapan penguasa bagai kerbau dicucuk hidungnya.  Akar masalahnya adalah hilangnya kepemimpinan berpikir. Umat tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan sosok dan sistem...