(Khutbah Jum'at) Kebangkitan Ummat : Harus Bersama dan Menyeluruh
Khutbah Pertama
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله
أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Ma’idah ayat 54:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui."
Potret Umat yang Kehilangan Arah
Jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,
Jika kita melihat keadaan hari ini, kita akan menemukan kenyataan yang tidak nyaman. Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan antar manusia semakin renggang. Rasa saling percaya digantikan oleh rasa curiga. Hal ini tampak jelas dalam hubungan laki-laki dan perempuan yang semakin dipenuhi prasangka. Perdebatan tidak berujung, saling menyalahkan bahkan membanding-bandingkan menjadi hal biasa, hingga akhirnya banyak yang memilih menjauh dari pernikahan. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi cara pandang yang sudah berubah.
Selain itu, hubungan antara rakyat dan pemimpin juga mengalami keretakan. Banyak yang menanti agar terurus nasibnya namun tak kunjung tiba. Ketika membutuhkan layanan kesehatan, sering kali lambat ditangani. Tenaga medis kelelahan, bahkan ada yang memilih berhenti. Di sisi lain, masyarakat kecil harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Kondisi seperti ini membuat kepercayaan semakin hilang.
Lebih jauh lagi, sebagian penguasa justru menjadikan jabatan sebagai sarana memenuhi kepentingan pribadi. Amanah berubah menjadi peluang. Itulah bid'ah yang jelas sekali tampak di depan mata kita hari ini. Padahal generasi awal Islam memberikan contoh yang berbeda. Mereka memimpin untuk melayani, bukan untuk mengambil keuntungan. Akibatnya, muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa politik adalah tipu daya. Padahal dalam Islam, politik adalah mengurus urusan umat dengan penuh tanggung jawab.
Kemudian dalam bidang ekonomi, tekanan semakin terasa. Saat kebutuhan pokok sulit dipenuhi, justru budaya konsumtif semakin didorong. Nilai seseorang sering diukur dari apa yang dimiliki, bukan dari beriman atau tidaknya dia. Banyak yang terjebak dalam keinginan yang tidak perlu, hingga menambah beban hidupnya sendiri.
Akhirnya, sebagian umat memilih menunggu perubahan tanpa usaha. Mereka berharap datangnya sosok penyelamat, namun dalam waktu yang sama tetap menjalani kebiasaan yang salah. Seolah-olah keadaan akan berubah dengan sendirinya tanpa perbaikan dari dalam diri.
Arah Perbaikan yang Harus Ditempuh
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Kondisi ini bukan terjadi secara kebetulan. Cara berpikir yang rusak ini lahir dari pengaruh Barat yang masuk dan perlahan membentuk cara pandang kita. Ia datang dari peradaban yang memisahkan Tuhan dan aturan-Nya, jelas sekali ini menjadi masalah bersama bagi umat Islam. Tanpa disadari, cara kita menilai kehidupan banyak dipengaruhi oleh pemikiran yang tidak berasal dari Islam.
Oleh karena itu, perbaikan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Umat harus bergerak bersama. Perubahan membutuhkan kebersamaan, saling menguatkan, dan kesadaran yang sama. Tidak cukup hanya satu atau dua orang yang sadar, tetapi harus ada dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat agar perubahan itu bisa nyata.
Selanjutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki cara berpikir. Umat perlu kembali memahami Islam sebagai pedoman hidup, bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam melihat masalah sosial, kepemimpinan, dan ekonomi. Artinya, islam memang sudah saatnya kembali diadopsi sebagai paham bernegara. Di saat yang sama, umat tidak boleh hanya menunggu datangnya Imam Mahdi, atau berharap pada sistem selain Islam. Kebangkitan itu harus diusahakan, dimulai dari pemikiran, lalu diwujudkan dalam langkah nyata yang melibatkan banyak pihak.
Lebih dari itu, setiap kita perlu mulai dari hal yang dekat. Cara kita menilai berita, cara kita berbicara tentang pemimpin, cara kita mendidik keluarga, hingga cara kita memandang harta. Jika semua masih mengikuti arus yang salah, maka perubahan tidak akan pernah terjadi. Perbaikan harus dimulai dari diri, lalu menyebar ke lingkungan, hingga menjadi kekuatan bersama di tengah umat.
Karena itu, jangan menunggu keadaan berubah lebih dulu. Justru kitalah yang harus memulai perubahan itu. Dengan memperbaiki cara berpikir, menjaga diri dari kesalahan yang sama, dan ikut mengambil bagian dalam upaya memperbaiki umat. Inilah jalan yang nyata, meskipun tidak mudah, tetapi inilah jalan yang harus ditempuh jika kita ingin melihat keadaan yang lebih baik.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله حق التقوى
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات
اللهم أصلح ولاة أمورنا، وارزقنا قادة يخافونك ويتقونك
اللهم اجعل هذا البلد آمنا مطمئنا وسائر بلاد المسلمين
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون

Komentar
Posting Komentar