Menulis Politik Untuk Mewujudkan Perubahan Dunia



Menulis Politik Untuk Mewujudkan Perubahan Dunia


Oleh: Siti Rima Sarinah

Sebagian orang mungkin alergi mendengar “kata politik”. Pasalnya, politik dimaknai dengan kekuasaan yang menghalalkan segala cara. Hal ini membuat orang enggan untuk berkecimpung di dunia politik, bahkan anti dengan politik itu sendiri. Pemahaman bahwa politik itu kotor dan menghalalkan segala cara memang sangat nyata dalam kehidupan kita, dengan sistem pemerintahan yang kita hidup dan diatur dengannya. Betapa tidak, begitu banyak kekecewaan dan kesengsaraan yang berujung pada kemiskinan sistemik yang telah dirasakan rakyat akibat sistem politik hari ini.

Walaupun negeri ini telah bergonta-ganti wajah pemimpin, namun masih dengan sistem politik pemerintahan yang sama. Sehingga kondisi negeri ini pun tetap sama, bahkan semakin terpuruk. Hutang negara semakin menggunung dan pajak yang dibebankan kepada rakyat pun semakin mencekik. Tak ada wujud kata sejahtera dan makmur yang nampak di hadapan rakyat; yang ada hanyalah penderitaan demi penderitaan sebagai buah sistem politik yang menihilkan peran agama dari kehidupan (sekularisme), serta menjadikan materi dan manfaat sebagai satu-satunya tujuan.

Padahal sangat jelas, politik sangat erat kaitannya dengan pengurusan dan pelayanan urusan rakyat yang menjadi tugas negara. Namun, tak sedikit pun nampak pengurusan dan pelayanan tersebut dirasakan oleh rakyat. Alih-alih mengurusi dan melayani rakyat, negara justru sibuk “memalak rakyat” dengan berbagai macam pungutan pajak yang membuat hidup rakyat semakin terasa sangat sulit.

Sadarkah kita, bahwa sistem politik pemerintahan yang diterapkan hari ini adalah sistem politik yang salah. Kesalahan sistem politik ini tak lepas dari asas sekularisme yang menjadi landasan lahirnya berbagai aturan dan kebijakan politik demi kepentingan para penguasa dan oligarki yang menguasai seluruh sumber kekayaan alam milik rakyat. Sehingga wajarlah sistem politik ini tidak akan mampu untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat, karena sejahtera dan makmur hanyalah untuk segelintir orang yang memiliki kekuasaan.

Jika sistem politik ini masih berjaya, mustahil akan bisa mengubah kondisi rakyat dan negeri ini menuju sebuah perubahan yang hakiki. Sehingga perlu upaya yang sistematis untuk mengubah sistem politik hari ini menuju sistem politik sahih yang akan membawa perubahan besar bagi dunia. Dengan mengopinikan makna politik yang sesungguhnya, dituangkan dalam bentuk tulisan maupun artikel, akan mampu mengubah cara pandang sebagian orang—khususnya seorang muslim—agar tidak anti pada “kata politik”.

Sebab, dengan berpikir politik, kita akan mampu membangun kesadaran dan kepekaan terhadap persoalan-persoalan yang terjadi dalam kehidupan. Kita juga akan mampu memilih dan memilah pemikiran atau pemahaman yang benar untuk dijadikan solusi atas persoalan tersebut.

Kesadaran politik ini harus muncul dari diri setiap orang, sehingga mampu melihat akar persoalan yang menjadi sumber mengapa persoalan terus menghampiri kehidupan rakyat. Dengan kesadaran politik inilah, seseorang akan berupaya melakukan perubahan dan mengubah kondisi negeri ini menuju keadaan yang lebih baik.

Alhasil, kesadaran politik menjadi hal yang wajib ada dalam diri seorang pemimpin yang diberikan amanah untuk menjadi pengurus dan pelayan rakyat. Dengan kesadaran ini, seorang pemimpin akan bersungguh-sungguh menunaikan amanahnya yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Kesadaran politik yang berlandaskan keimanan dan ketakwaanlah yang dapat mengubah kondisi dunia menuju perubahan besar, serta mampu menjadikan negeri-negeri muslim keluar dari kegelapan sistem politik sekularisme menuju sistem politik Islam yang telah terbukti mampu memimpin dunia selama ratusan tahun.

Komentar

Kamu Mungkin Suka

Kampus dalam Kendali Kapital

Kenapa Perubahan Berangkat dari Berubahnya Pola Pikir?

Dakwah : Haruskah Main Aman?