Postingan

Defisit Anggaran Negara, Haruskah Kepentingan Rakyat Dikorbankan?

Gambar
  Defisit Anggaran Negara, Haruskah Kepentingan Rakyat Dikorbankan? Oleh : Siti Rima Sarinah Negara mengalami defisit anggaran terus digaungkan ke tengah masyarakat hingga hari ini. Langkah efisiensi pun dilakukan untuk menekan pengeluaran negara, salah satunya dengan pemangkasan anggaran untuk daerah. Kebijakan ini membuat daerah harus memutar otak untuk mendapatkan dana tambahan agar operasional daerah tetap bisa berjalan. Menaikkan berbagai macam pajak pun dijadikan solusi oleh daerah sebagai dana tambahan. Jeritan masyarakat pun semakin kencang terdengar akibat kenaikan pajak yang membuat kehidupan mereka semakin terhimpit.  Tidak ada yang salah dari kebijakan pemerintah melakukan efisiensi anggaran mengingat pemasukan negara semakin menipis. Maka sudah seharusnya negara mengelola keuangan dengan sebaik-baik mungkin dan memprioritaskan hanya untuk kepentingan rakyat dan biaya operasional negara. Namun sayangnya disisi lain justru negara menggelontorkan dana yang cukup besa...

Bagaimana Memilih Pemikir yang Layak Diikuti?

Gambar
  Bagaimana Memilih Pemikir yang Layak Diikuti? Hari ini kita bisa mendengar banyak pendapat hanya dari layar ponsel. Ada yang bicara soal agama, politik, ekonomi, moral, sampai masa depan bangsa. Semua terdengar yakin, semua tampak punya jawaban. Karena terlalu sering melihat itu, kita kadang mengira siapa pun yang pandai bicara pantas diikuti. Padahal masalah utamanya bukan kurangnya orang pintar. Masalahnya adalah banyak pemikiran berjalan tanpa kompas moral yang benar. Seseorang bisa cerdas, berani, dan fasih menjelaskan banyak hal, tetapi jika ukuran benar-salahnya rusak, pikirannya bisa menyesatkan orang lain. Kita sering terpukau pada cara bicara, tetapi lupa memeriksa arah yang ditawarkan. Di sinilah pentingnya memilih pemikir yang layak diikuti. Bukan sekadar mencari siapa yang paling terkenal atau paling ramai dibahas, tetapi siapa yang nilai hidupnya benar, cara berpikirnya jernih, dan pendapatnya membawa kebaikan. Sebab bukan hanya siapa yang bicara yang penting, tetapi...

Mewujudkan Kota Tertib Dan Nyaman Dibutuhkan Sistem Komprehensif

Gambar
Mewujudkan Kota Tertib Dan Nyaman Dibutuhkan Sistem Komprehensif Oleh : Siti Rima Sarinah Tinggal dan bermukim dalam sebuah kota yang tertib, rapi, aman dan nyaman, tentu menjadi dambaan setiap individu rakyat bahkan kepala daerah selaku pihak yang diberikan amanah untuk menjalankan roda pemerintahan di sebuah kota/daerah. Berbagai kebijakan dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Namun ternyata kebijakan dan perauran tersebut tak serta merta dapat mewujudkan ketertiban dan kenyamanan kota dengan mudah. Kota Hujan Bogor, merupakan salah satu kota yang tengah berupaya mewujudkan ketertiban dan kenyamanan kota. Apalagi, Kota Bogor. terkenal dengann kota wisata yang senantiasa harus menyajikan ketertiban dan kenyamanan agar membuat para wisatawan lokal dan asing tertarik untuk berlibur menikmati panorama wisata alam yang indah di kota ini. Tetapi masih saja ada kendala yang harus dihadapi untuk mewujudkan ketertiban dan kenyamana kota.  Salah satunya b...

(Bonus Part) Apa yang Hilang Saat Penulis Tak Punya Sikap?

Gambar
  (Bonus Part) Apa yang Hilang Saat Penulis Tak Punya Sikap?  Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Banyak orang ingin menulis, tetapi sedikit yang benar-benar tahu mengapa ia menulis. Akibatnya, tulisan hanya menjadi kumpulan kalimat yang rapi, namun kosong arah. Topiknya bisa ramai, bahasanya bisa halus, bahkan terlihat cerdas. Namun setelah dibaca, tidak ada yang tertinggal selain kesan bahwa penulis sedang berbicara banyak tanpa mengatakan apa-apa. Di sinilah masalahnya: pembaca hari ini tidak hanya mencari informasi, mereka juga mencari kejelasan. Karena itu, penulis yang tidak punya sikap biasanya mudah dikenali. Ia selalu aman di semua sisi, tidak jelas berdiri di mana, dan terlalu takut jika pandangannya menimbulkan perdebatan. Saat membahas kemiskinan, ia ragu menyebut penyebabnya. Ketika menulis soal ketidakadilan, ia berhenti pada keluhan tanpa berani menunjukkan akar masalah. Bahkan saat membicarakan nilai-nilai agama, ia memilih kalimat yang nyaman didengar semua orang mesk...

(Khutbah Jum’at) Umat Bersatu di Masjid, Terpecah di Kekuasaan

Gambar
(Khutbah Jum’at) Umat Bersatu di Masjid, Terpecah di Kekuasaan Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Khutbah Pertama Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah menyatukan hati-hati kita dalam iman. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam ibadah yang kita lakukan, tetapi juga dalam cara kita memahami dan merespons realitas kehidupan umat hari ini. Sebentar lagi kita berdiri dalam satu saf. Bahu kita saling bersentuhan, kaki kita dirapatkan, dan hati kita diarahkan pada satu kiblat yang sama. Namun, setelah kita keluar dari masjid ini, kita tidak lagi satu dalam arah, tidak lagi satu dalam keputusan, bahkan tidak lagi satu dalam kepentingan. Padahal dahulu, umat ini pernah memiliki satu ikatan po...

Proyek IKN Kolaborasi Antara Kebijakan Populis Dan Kepentingan Oligarki

Gambar
Proyek IKN Kolaborasi Antara Kebijakan Populis Dan Kepentingan Oligarki Oleh : Siti Rima Sarinah   Dorongan untuk segera memanfaatkan gedung-gedung yang sudah dibangun di IKN mulai menguat. Salah satu opsinya dengan menempatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bangunan yang sudah berdiri tidak mubazir. Sebab, sudah menjadi rahasia umum pembangunan gedung-gedung dan infrastruktur di IKN telah menyedot anggaran degan jumlah yang sangat fantastis.  Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan menilai bahwa asumsi pemanfaatan awal IKN dapat menghemat anggaran tidak sepenuhnya akurat. Pasalnya, mobilisasi ASN ke IKN justru menambah beban fiskal pemerintah. Sehingga bukan hanya sekadar perpindahan dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia. Melainkan membutuhkan biaya tambahan untuk relokasi pegawai, penyediaan hunian hingga dukungan logistik lainnya, dan biaya tambahan tersebut bukanlah jumlah yang sedikit (kompas.com,02/04/2026). Dari awal proyek perpindahan...

Jawaban Amir HT atas Pertanyaan Perang terhadap Iran

Gambar
  بسم الله الرحمن الرحيم Jawaban atas Pertanyaan Perang terhadap Iran oleh : Syaikh Atha' bin Khalil Abu Rasythah Pertanyaan: Apa implikasi dari pernyataan Trump yang berubah-ubah, mulai dari ultimatum 48 jam kepada Iran, kemudian tenggat 5 hari, lalu 10 hari, serta rencana 15 poin yang dia ajukan? Selain itu, ada manuver pernyataan, sebagian besar dari Trump dan beberapa dari Iran.  Kemudian ada pengumuman televisi Iran yang menolak proposal Trump. Lalu bagaimana hasil dari semua ini? Apakah Trump akan berhasil mencapai tujuannya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan misil berat, sehingga memaksa Iran kembali ke orbit Amerika atau menjadikannya negara yang tunduk, atau justru Iran akan menjadi negara independen?  Dan apakah benar bahwa entitas Yahudi, dengan persetujuan Amerika, berusaha memperluas wilayahnya dengan mencaplok Lebanon selatan hingga Sungai Litani, sebagaimana dinyatakan oleh menteri pertahanan Yahudi?  Dan bagaimana mungkin kaum Muslim ti...