Kampus dalam Kendali Kapital
Kampus dalam Kendali Kapital Oleh : Hadi Irfandi, S. Pd. Rencana pemerintah untuk menutup program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri menandai pergeseran besar arah pendidikan tinggi di Indonesia. Kampus tidak lagi diposisikan sebagai ruang pembentuk cara berpikir dan peradaban, melainkan semakin didorong menjadi penyedia tenaga kerja yang siap pakai. Kebijakan ini berangkat dari kekhawatiran atas tingginya jumlah lulusan sarjana yang tidak terserap dunia kerja. Setiap tahun, sekitar 1,9 juta lulusan perguruan tinggi dihasilkan, namun banyak di antaranya kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kompetensi yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan tersebut dengan menutup program studi yang dinilai tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sektor-sektor prioritas seperti energi, pangan, kesehatan, hingga digitalisasi dan manufaktur maju. Namun demikian, pendekatan ini juga menyederhanakan persoalan. Ketidaks...